SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA GEREJA GETSEMANI LINA INO
A. LATAR BELAKANG
Gereja Getsemani Lina Ino di Tobelo merupakan Jemaat asal Gereja Getsemani Daruba, yang oleh karna konflik Horizontal yang melanda hampir seluruh Pulau Morotai, sehingga Jemaat Getsemani Daruba meninggalkan Gereja yang ada dan Mengungsi ke berbagai tempat yakni ke Tobelo, Manado, dan seputaran Pulau Rao.
Mula-mula Jemaat Getsemani Daruba Lina Ino ini berdiri dan diprakasai oleh Bpk Pnt. Begu Panelada sebagai ketua dan didampingi oleh Pnt. Max Pagaya, Pnt Kartini Izak yang merupakan rekan sepelayanan Majelis Jemaat.
Atas Keteguhan dan Harapan bersama untuk meghimpun warga jemaat yang mengungsi ke Tobelo, yang tinggal di berbagai desa. Ada sebagian di Desa Tobe, Desa Paca, dan sebagian besar tinggal di Terminal Baru Wosia.dengan penuh semangat Para Pelayan Gereja maka Mereka Mengunjungi para warga jemaat tersebut, sehingga pada suatu ketika warga Jemaat tersebut bisa terhimpun dalam suatu persekutuan Umat, yang pada saat itu kurang lebih 10 KK. Padahal berdasarkan data yang ada pada Bpk Begu Panelada Jumlah Kepala Keluarga Jemaat Getsemani daruba 102 kk.
Dalam Tahun berjalan 2002, atas Upaya dan kerja sama yang tidak mengenal Lelah untuk menghimpun warga jemaat, oleh para Majelis Jemaat dan warga jemaat yang kurang lebih 10 KK, berkesimpulan dan membuat keputusan bersama untuk mengupayakan dan membangun sebuah Gereja Kecil. Atas dasar inilah oleh Bpk Begu Panelada memohon ijin kepada pihak Sinode GMIH akan maksud untuk mendirikan bangunan gereja, dan permohonan itupun disetujui oleh Pihak Sinode GMIH .
Dengan bermodalkan semangat, Majelis Jemaat dan seluruh warga Jemaat bersama-sama Menggalakan Pencarian Dana. Ada yang membuat Lelang di Jemaat-jemaat Tetangga, ada yang di Pengusaha-pengusaha asal Morotai yang ada di Tobelo. Sehingga lewat kasih dan berkat Tuhan, maka Gereja Getsemani Daruba di Tobelo pun berdirilah diatas Tanah Milik GMIH dengan ukuran bangunan gereja 6 x 15 M3 Berbahan kayu Pohon Kelapa yang dipakai sebagai Dinding Papan, yang berlokasi di Desa WKO (Depan Kel. L. Sasingan)tepatnya Tanggal 15 Desember 2002.
Dalam Perjalanan pelayanan Umat warga Jemaat Getsemani Daruba di Tobelo, maka Sinode GMIH memandang perlu untuk Mengutus Pelayan Tuhan . dan pada waktu itu Vikaris Novia Wenno Huwae S.Ag yang diutus. Bersama Vikaris dan Para Majelis Pelayanan pun dijalankan secara bersama-sama, dan tidak terasa Warga jemaat pun semakin bertambah banyak sehingga mencapai 100 KK.dalam perjalanan pelayanan tersebut, Tuhan membuat suatu Perkara yakni pada tanggal 10 Desember Tahun 2003 Bpk Begu Panelada dipanggil Tuhan ke pangkuan Bapak di Sorga, sehingga pucuk pimpinan dialihkan kepada Bpk Pnt. Max Pagaya.
Pada Tanggal 3 Oktober 2004, Vikaris Novia Wenno S.Ag di Teguhkan Menjadi Pendeta di Jemaat Getsemani Daruba di Tobelo,dan pada waktu berjalan Jemaat Getsemani Daruba digantikan dengan nama Getsemani WKO dan masuk dalam Korwil Pelayanan Tobelo tengah. waktu pelayananan pun terus berjalan. Dalam Perjalanan Gereja tersebut, Oleh Pimpinan Jemaat dan seluruh warga Jemaat Melihat Keadaan Bangunan Gereja yang termakan Usia(Gedung dibangun dengan Papan)maka bersepakat Membentuk Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru.sehingga pada tahun 2006 Terbentuklah Panitia Pembangunan Gedung Gereja baru yang di Ketuai oleh Bpk wolter Tambelangi. Dalam program kerja dari Panitia Pembangunan progam awal yang dilakukan yaitu Bagaimana Mengupayakan Lahan/kintal Untuk Gereja yang baru.
Dengan Kehidupan Warga Jemaat yang dilihat dari segi Ekonomi, sebagian besar adalah sebagai Buruh Bangunan, Petani dan Nelayan sebagai Mata pencaharian.Dengan suatu Itikad untuk Membangun Suatu Bangunan Permanen, maka Lewat Upaya dan Tanggung Jawab dari seluruh Jajaran Majelis, Panitia Pembangunan dan Warga Jemaat maka Lokasi Gereja pun dapat diperoleh Dengan Membeli sebuah Lahan /kintal Ukuran 15 x 40 M3 milik bpk Djidon Kumihi yang berlokasi di Desa Lina Ino.
Lewat Upaya Penggalangan-penggalangan Dana ke Jemaat tetangga dan Pengusaha-pengusaha maka pada tanggal 27 Agustus 2007 oleh Majelis Jemaat, Panitia Pembangunan dan seluruh warga jemaat dapat menjalankan suatu Momen terindah dengan dapat dilaksanakannya Peletakan Batu Pemula Gereja Getsemani Lina Ino, yang pada waktu Peletakan Batu pemula tersebut di hadiri oleh Pihak Pemerintah dan pihak Sinode GMIH.
Pada Tanggal 3 maret 2011, Pucuk Pimpinan Jemaat Getsemani Lina Ino Pdt. Novia Huwae Wenno S.Ag di Mutasikan ke Jemaat Getsemani Wosia, dan digantikan dengan Pdt Anton Gahiwu, STh. Gedung Gereja yang baru ketika dalam Peletakan batu Pemula oleh Panitia Pembangunan Merancangkan Program-program kerja dengan memberikan Tanggung jawab kepada seluruh warga jemaat dengan berbagai ketentuan berdasarkan kriteria yang telah di susun oleh Panitia Pembangunan.
Sehingga Lewat Berkat Pertolongan dan Anugerah Tuhan, maka Bangunan Gedung Gereja Baru Jemaat Getsemani Lina Ino,Mulai dari Pembuatan Fondasi, Pengecoran Tiang , penyusunan Tela/Batako pun dapat dilaksanakan, dan sampai pada saat ini proses pembangunan Bangunan Gereja baru pun masih tetap diupayakan dan dilakukan dan baru mencapai kurang lebih 60 % tahap Pembangunannya.
B. PENUTUP
Demikianlah Sejarah berdirinya Gedung Gereja Jemaat Getsemani Lina ino (belum lengkap).
Tobelo, 30 Mei 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar